
Ketika pemakaian minyak tanah dialihkan ke gas elpiji (LPG)semua orang menaruh harapan besar bisa menjadi cara baru dan mebuat lebih hemat dalam pengeluaran. Tapi setelah banyak yang beralih ( sudah tentu soalnya gak ada alternatif lain he he ) ternyata harga elpiji mulai merangkak naik. Dan menurut berita di media masa bahwa kenaikan harga tersebut akan dilakukan tiap bulan sampai mencapai harga keekonomiannya. Semua ini menggerakanku untuk mempelajari segala tentang "Biogas" selama saya merantau di China.
Di negara China masyarakatnya sudah menerapkan dan terbiasa dengan biogas dalam kehidupan sehari-harinya. Mereka sudah menerapkannya sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sehingga mereka sudah biasa menghasilkan berbagai macam cara dan desain septictank beserta peralatan lainnya. Jadi kalau kita memulai dari saat ini sudah terlambat dan ketinggalan…. Cuma meskipun begitu lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Biogas sesuai namanya, maka kita dapat mengartikan sebagai gas yang bahan baku pembuatannya berasal dari limbah2 mahluk hidup(organisma). Baik dari bagian2 mahluk hidup maupun hasil dari sampah sisa pencernaan contohnya daun daun, ampas kedelai limbah pabrik tahu, kotoran hewan sampai ke kotoran manusia…dan lain sebagainya.
Pada prinsipnya gas tersebut dibuat dengan cara permentasi di ruang tertutup yang sangat rapat sehingga tidak terjadi kebocoran dari gas yang dihasilkan. Tempat proses pembuatan juga harus mempunyai struktur yang kuat berhubung akan menghadapi tekanan sangat kuat dari gas yang dihasilkan. Biasanya dibuat dari konstruksi beton yang dikubur di dalam tanah. Dari proses pembuatan gas tersebut dihasilkan dua macam yaitu
Gas itu sendiri dan limbah cair dan padat dari bahan baku. Gas digunakan untuk masak dan limbahnya sangat baik digunakan sebagai pupuk tanaman. Sehingga bisa disimpulkan dengan pembuatan biogas ini akan didapat dua keuntungan.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari gambar skema pembuatan biogas yang saya buat di atas. Dan andaikan masih belum jelas juga diperbolehkan untuk berusaha menghubungi saya. Mari kita bersama-sama menggerakan masyarakat membuat dan membiasakan menggunakan biogas dalam kehidupan sehari-harinya. Semoga juga pemerintah mau meniru pemerintah China untuk mensubsidi setiap septictank biogas…
Di China di subsidi senilai 1.4 juta rupiah perbuah. Amiinn…











