aku

aku

Senin, 27 April 2009

NPWP dan PPH ( Pajak Penghasilan )

Tahun 2008 bulan Oktober atas kesadaran sendiri saya mengurus NPWP di kota tempat tinggal. Sampai di kantor pajak agak kaget ketika melihat ruangan kantor pajak sekarang

sudah modern seperti layaknya Bank. Fasilitas ruangan sangat memadai ada kursi untuk ngantri, meja petugas bahkan sudah sistem ambil nomor tuk ngantri...

Pada hari itu meja pada kosong cuma ada 2 petugas, yg satu lagi ngobrol ma tamu yang lain

lagi main game di komputer. Setelah lama inisiatip tamunya bilang " Bapak itu dulu, mau apa

pak?" katanya pada saya..." mau urus NPWP", kataku. Akhirnya dengan ogah2 saya dilayani

ngurus NPWP idaman yg katanya besok lagi datang ambil hasilnya...dan besoknya memang udah dapt diambil tapi ada salah ketik nama yg setelah diprotes akhirnya dirubah...kesan berhubung segala pelayanan urus NPWP itu gratis maka para petugas itu jauh dari semangat

melayani dan gak ada sikap ramahnya apalagi setelah tahu ini pajak perorangan ( apa ada perbedaan antara perorangan dan badan hukum untuk petugas pajak?). Yang jelas selama ini sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta sudah menjalani pemotongan gaji langsung tiap bulan....jadi bener apa yang ditulis Robert Kiyosaki bahwa kalau kita jadi pekerja itu sebelum kita menikmati gaji ternyata pemerintah duluan yang memakainya dalam bentuk pajak....
Akhirnya baru keesokan harinya kartu NPWP saya bisa diterima..
Keuntungannya kalau bepergian ke luar negeri jadi bebas fiskal...kerugiannya semua transaksi jadi termonitor he he he...jual rumah ajah lupa gak memperhitungkan pajak yang akan dibayar...eh pas transaksi dan dicek ke kantor pajak ada data bahwa dengan gaji yang saya terima itu saya udah masuk orang yang kena pajak...akhirnya yah.... harus bayar yang sebelumnya gak disangka...
Dan pada awal tahun 2009 ada SPT yang harus diisi....yang lainnya gak ada kelainan cuma cara perhitungan pajak jadi tahu...besar juga yaahhh...jadi kalau penghasilan sampai limit tertentu bisa kena pajak mpe 35%??....wahh lumayan yah...bisa pesimis neh ...gimana kalau jadi orang
kaya yahhh tiap bayar pajak ada rasa mual kali?...he he he. Dan satu lagi waktu pengisian SPT
saya baru tahu bahwa status tanggungan saya selama ini (12 tahun) TK2 harusnya K3... wahh
salah orang personalia perusahaan kali...tapi efeknya pembayaran pajak penghasilan saya jadi lebih besar dan baru bisa diperbaiki tahun 2010 katanya...coba bayangkan dengan akumulasi
waktu 12 tahun berapa kerugianku...nasib he he he..yah cuma bisa sabar dan ikhlas saja...
Akhirnya saya menyambut gembira cara pemerintah sekarang mengumpulkan pajak...cuman
diharapkan ada kemajuan didalam infrastruktur negara kita...juga diharap perbaikan dalam hal
birokarasi....ini terasa dalam pengurusan surat-surat dan perizinan masih banyak menemui kesulitan dari para petugas....betul...masih banyak oknum petugas dan pegawai di pemerintahan.


Kamis, 23 April 2009

Kumis

Pagi-pagi sebelum kerja dan sesudah olah raga ada waktu untuk menulis...mengetik gituuu...Ya ada pengalaman yang bakal susah saya lupakan tentang kumis..Karena tadi abis mandi selagingaca mikir ide apa hari ini untuk mengisi blog saya...dan disana kulihat kumis maka itu kuputuskan jadi ide dasar tulisanku hari ini...
Saya ini bisa dibilang cukur kumis phobia he he ..sampai minggu kemaren bru 3X mencukur kumis itupun secara terpaksa. Pertama ketika kelas 3 SMP itu untuk menebalkan kata orang jadi ikut saran orang. Kedua ketika ikut ospek mahasiswa baru itu sudah dikasih tahu tapi bandel sampai kampus kena razia dan dikasih silet...dengan perasaan gundah akhirnya kucukur juga..sampai sekarang gak ngerti apa hubungannya kumis dengan ospek waktu itu...Ketiga ketika pertama kali kerja masuk hutan (sebagai surveyor topography) motivasinya untuk menebalkan..selagi di hutan gak ada cewek gitu pikirku. Truuusss bertahun tahun gak pernah lagi dicukur cuma dipotong pake gunting...gak terasa dah belasan tahun meski di China 95% orang 2 gak menyukai kumis kata mereka terkesan kotor..trus ada aturan adat kebiasaan yang gak tertulis bahwa orang China kalau bapaknya belum meninggal itu gak boleh memelihara kumis...aturan ini entah berlaku seluruh adat daerah China apa tidak itu saya kurang jelas. Dan jadilah cuma saya yang berkumis se kecamatan ... yang dibawah 50 tahun he he he ....
Sampai akhirnya kira-kira sebulan yang lalu saya pergi ke tukang cukur bukan langganan
pas dia bersih jenggot selesai nanya sambil pegang gunting (bukan silet loh) " pak kumisnya mau dipotong?". " ya", kataku(dalam hati mo dirapiin)...Eeeeh ternyata tuh gunting dengan cepat (dah sangat terlatih kali) memotong habis semua kumis...jadi maksud dia potong dulu biar gampang ngeroknya....bablas (kata orang Jawa) sudah...hilang deh...setelah selesai sambil mandang bayangan dikaca bilang ma tukang cukur ini kumis da belasan tahun gak pernah di hilangin cuma kamu yang berani ngilangin...dan tukang cukur itu minta maaf dan menyesal katanya...he he he..gapapa kata saya...sampai di kantor dan di tempat tinggal setiap orang pada ketawa mungkin jadi asing memandang wajahku ...tapi komentar mereka jadi tambah muda sepuluh tahunan he he he...
Kembali ke diriku setelah peristiwa pencukuran kumis timbul rasa percaya diri yang luar biasa yang efeknya sangat terasa pada segala aspek kehidupanku. Jadi inget pada pada Peraturan 18/40/60 Dr. Daniel Amen yang saya baca di buku The Succes Principles karya Jack Canfield : Ketika berumur 18, kau mencemaskan pendapat semua orang tentang dirimu; ketika berumur 40, kau tak perduli apa pendapat orang lain tentang dirimu; ketika berumur 60, kau sadar tak ada orang yang pernah memikirkanmu. Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa hilangkan perasaan bahwa orang lain banyak yang memperhatikanmu ....apalagi sampai GR bahkan sampai mengganggu segala kegiatan, usaha dsb. Yakinlah pada dirimu, penampilanmu, kemampuanmu dan melangkahlah pada moment yang didapat.... Jangan nunggu sampai besok apa-apa yang bisa dikerjakan hari ini...

Rabu, 22 April 2009

Post Pertama (pengalaman ngeblog pertama kali)

Setelah beberapa kali membaca blog punya orang lain timbul hasrat untuk mempunyai sendiri. Hasrat yang mengalahkan keraguan mengingat sampai kini belum pernah secara langsung membuat sebuah karya tulis atau artikel. Hasrat yang makin hari makin mendorong keberanian memulai. Bekal ilmu menulis yang dikatakan nol koma sekian(gak berani mengatakan nol karena pernah waktu di sekolah belasan tahun lalu belajar mengarang).
Dengan modal cuma tahu menggunakan komputer, bisa internet, beberapa kali baca blog punya orang, akhirnya hari ini saya membuat akun (account) dan membuat post pertama saya.Sempat
terpikir untuk membuat dulu artikel di software lain tapi akhirnya kuputuskan untuk menulis langsung ke dalam postingan. Ini yang PERTAMA dan ini harus apa adanya... biar isinya dangkal dan tak ada bobot, bebet dan bubut yang penting hari ini telah kumulai apa yang menjadi keinginan selama ini...
Seperti judul blog ini ... maka dapat saya beritahukan pepatah orang-orang tua China yg begini bunyinya " Setiap perjalanan sejauh ribuan li ( 1 li = berapa km itu saya lupa)pasti dimulai dengan satu langkah" yg bisa diartikan kita jangan ragu dan takut untuk MEMULAI... apapun yang ingin kita kerjakan, kerjakanlah sekarang walaupun sekecil apapun langkah pertama kita.
Dan untuk selanjutnya saya meskipun sebagai seorang muslim akan berusaha membuat artikel atau postingan yang bersifat universal. Yah akan berusaha semoga bisa terlepas dari segala khilap dan salah tulis yg jadi menyinggung perasaan pembaca blog saya.
Akhirnya blog ini saya mulai dengan postingan ini (bener gak ya namanya postingan?) dan apabila ada yg mau sumbang saran atau kritik dipersilahkan dan diterima dengan senang hati.