aku

aku

Senin, 16 November 2009

Bio Gas


Ketika pemakaian minyak tanah dialihkan ke gas elpiji (LPG)semua orang menaruh harapan besar bisa menjadi cara baru dan mebuat lebih hemat dalam pengeluaran. Tapi setelah banyak yang beralih ( sudah tentu soalnya gak ada alternatif lain he he ) ternyata harga elpiji mulai merangkak naik. Dan menurut berita di media masa bahwa kenaikan harga tersebut akan dilakukan tiap bulan sampai mencapai harga keekonomiannya. Semua ini menggerakanku untuk mempelajari segala tentang "Biogas" selama saya merantau di China.
Di negara China masyarakatnya sudah menerapkan dan terbiasa dengan biogas dalam kehidupan sehari-harinya. Mereka sudah menerapkannya sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sehingga mereka sudah biasa menghasilkan berbagai macam cara dan desain septictank beserta peralatan lainnya. Jadi kalau kita memulai dari saat ini sudah terlambat dan ketinggalan…. Cuma meskipun begitu lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Biogas sesuai namanya, maka kita dapat mengartikan sebagai gas yang bahan baku pembuatannya berasal dari limbah2 mahluk hidup(organisma). Baik dari bagian2 mahluk hidup maupun hasil dari sampah sisa pencernaan contohnya daun daun, ampas kedelai limbah pabrik tahu, kotoran hewan sampai ke kotoran manusia…dan lain sebagainya.
Pada prinsipnya gas tersebut dibuat dengan cara permentasi di ruang tertutup yang sangat rapat sehingga tidak terjadi kebocoran dari gas yang dihasilkan. Tempat proses pembuatan juga harus mempunyai struktur yang kuat berhubung akan menghadapi tekanan sangat kuat dari gas yang dihasilkan. Biasanya dibuat dari konstruksi beton yang dikubur di dalam tanah. Dari proses pembuatan gas tersebut dihasilkan dua macam yaitu
Gas itu sendiri dan limbah cair dan padat dari bahan baku. Gas digunakan untuk masak dan limbahnya sangat baik digunakan sebagai pupuk tanaman. Sehingga bisa disimpulkan dengan pembuatan biogas ini akan didapat dua keuntungan.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari gambar skema pembuatan biogas yang saya buat di atas. Dan andaikan masih belum jelas juga diperbolehkan untuk berusaha menghubungi saya. Mari kita bersama-sama menggerakan masyarakat membuat dan membiasakan menggunakan biogas dalam kehidupan sehari-harinya. Semoga juga pemerintah mau meniru pemerintah China untuk mensubsidi setiap septictank biogas…
Di China di subsidi senilai 1.4 juta rupiah perbuah. Amiinn…

Cara Pembuatan Teh Secara Tradisional di RR China










Teh FengHuang dari China.
Kecamatan Feng Huang, kota ChaoZhou, propinsi Guang Dong, Negara China terkenal karena menghasilkan teh yang berkualitas super. Super disini maksudnya dengan harga bisa mencapai jutaan rupiah per kilogram nya. Klo dirata rata beserta kw 2 dan kw 3 nya maka masih mencapai harga rata2 sebesar 200 ribuan rupiah / kilogram nya. Ini bisa dilihat dari taraf hidup penduduk di FengHuang boleh dibilang hidup dalam tingkat daya beli yang lumayan tinggi.
Di sini saya akan menerangkan apa2 yang saya ketahui tentang Teh Fenghuang. Dinamai Fenghuang karena dihasilkan dari daerah yang bernama Feng Huang yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia adalah berarti nama jenis burung yaitu Burung Poenix.
Secara geographi daerahnya berbukit bukit mulai dari elevasi 330 meter dari permukaan laut sampai elevasi 1498 meter dari atas permukaan laut. Begitu juga dengan
pembagian harga teh bisa menurut ketinggian elevasi kebunnya. Elevasi 330 s/d 550 meter menghasilkan teh kualitas jelek(kw3). Elevasi 550 s/d 750 meter menghasilkan teh kualitas sedang (kw2). Elevasi 750 s/d 1200 meter menghasilkan teh kualitas baik atau super (kw 1).
Yang unik dan menentukan rasa dan kualitas teh ini adalah cara pengerjaannya. Mulai dari masa petik yaitu pada musim semi saja…berarti setahun Cuma panen sekali teh yang berkualitasnya. Kalau dipetik waktu cuaca tidak hujan akan lebih bagus dibanding pada waktu hujan. Dan dipetik pada waktu siang sampai sore akan menghasilkan teh lebih baik daripada kalau dipetik pada pagi hari.
Setelah dipetik teh tersebut dijemur. Pada waktu penjemuran mereka tunggu bukan karena takut dimakan ayam tapi teh itu ada limitnya waktu jemur. Jangan terlalu lama dan jangan sebentar. Dilihat dari kelayuannya. Kalau terlalu layu akan seperti terbakar dan menimbulkan rasa yang jauh tidak enak alias kualitasnyan akan jatuh hanya karena salah dalam penjemuran. Juga mereka takut waktu menjemur turun hujan. Teh yang di petik waktu turun hujan akan disimpan di ruang kamar selama 3 s/d 4 hari sampai hujan reda dan muncul matahari. Makanya kalau sering hujan pas muncul matahari mereka akan berebut jalan buat dijadikan tempat jemur teh.
Teh yang telah layu kemudian disimpan di nampah yang terbuat dari bamboo untuk diangin-angin di ruangan pabrik. Sambil tiap satu jam akan diacak acak pake tangan dengan pelan2 itu dilakukan berulang-ulang dari sore sampai tengah malam.
Pada waktu tengah malam dimulailah pengerjaan teh di pabrik masing-masing.
Di sini masing2 rumah punya pabrik teh sendiri semacam home industri. Dimulai dengan penyanggrayan (digoreng tampa minyak) sampai layu pisan tapi tidak hangus. Setelah selesai goreng dimasukan ke mesin pelintir daun. Untuk memilin daun2 teh. Daun-daun yang terpilin tersebut dimasukan kedalam loyang yang terbuat dari bamboo secara disebar merata tipis . Loyang dimasukan ke dalam oven dan mereka tahu kapan teh tersebut dianggap masak tapi tidak gosong. Untuk teh yang sudah masak setelah sebelumnya dianginkan sebentar dan gak panas dimasukan kedalam tempat berupa kaleng besar. Satu kaleng bisa menampung 25 kg.
Kemudian setelah panen berlalu dimulailah penyortiran teh. Biasa dikerjakan kaum wanita. Teh dikeluarkan dari kaleng di tempatkan dalam nampah kemudian dipilih teh jelek seperti gosong atau daun yang tua atau ada sampah dibuang. Semua dilakukan secara manual. Teh yang telah disortir kemudian dimasukan oven lagi bedanya oven yang ini bahan bakarnya pakai arang kayu….disamping mengeringkan juga membuat aroma yang lebih wangi lagi.
Tahap terakhir adalah pembungkusan dan pengepakan dengan pembungkus dan alat pengepakannya banyak terdapat di pasar local. Jadi mereka tidak usah memikirkan merknya lagi he he he…gak perlu izin ini izin itu. Gak perlu SIUP gak perlu HO. Yang jelas status mereka adalah petani. Meskipun mulai tanam, panen, pembuatan teh sampai pemasaran mereka lakukan sendiri. Kebanyakan pedagang datang ke tiap rumah untuk kemudian dibawa ke luar daerah. Petani cuma kena pajak bumi bangunan saja. Memang pemerintah China memanja para petani. Kapan di kita yah?
Untuk penjelasan lebih lanjut saya lampirkan foto dan tulisan ini akan di update pada waktu saya ada kesempatan. Untuk yang ingin lebih tahu dan mau menyumbang saran dan kritik boleh dibuat di tempat coment. Semoga bermanfaat.

Jalan Untuk Menjadi Seorang Wirausaha

Setelah sekian lama menjalani hidup sebagai seorang karyawan swasta akhirnya kupikir untuk merubah nasibku untuk menjadi seorang wiraswastawan. Untuk itu aku harus mulai mempersiapkan diri dengan mencari informasi tentang seluk beluk jadi seorang pengusaha…yah seorang wiraswastawan.
Di mulai dua tahun yang lalu dengan membaca beberapa buku tentang pembangkit motivasi..itu yang diperlukan pertama-tama. Tampa motivasi yang kuat untuk merubah nasib mungkin keinginan hanya terbatas pada keinginan saja tampa berusaha mencapainya. Kalau sebuah keinginan hanya merupakan bayangan saja itu disebut mimpi. Dan aku tidak mau disebut sebagai orang yang hanya bisa mimpi saja. Maka dari itu hal yang pertama-tama kulakukan adalah mencari buku-buku pembangkit motivasi.
Setelah merasakan kekuatan dari motivasi yang meningkat, tahap selanjutnya mencari dan mempelajari ilmu-ilmu tentang pengelolaan keuangan atau yang biasa disebut dengan Finansial. Tujuannya sebelum meningkat ke pelaksanaan usaha mandiri(wiraswasta) maka harus Melek Finansial… setidaknya mengetahui dulu tentang dasar pengaturan system keuangan perusahaan. Disamping itu mencari berbagai software tentang akutansi usaha kecil dan menengah yang apabila telah dipelajari sangat membantu dalam penyusunan pembukuan perusahaan sehari-hari.
Ketika penguasaan akan akutansi dirasa sudah cukup memadai, aku putuskan untuk membeli buku-buku yang berisi tentang informasi usaha menengah kecil. Juga banyak membaca kisah-kisah para pengusaha dalam menjalankan usahanya. Atau banyak membaca dari internet yang berisi tentang kisah pengusaha beserta ide-ide mereka sehingga bisa menciptakan usaha yang berkesinambungan. Semakin banyak menyerap info tentang berbagai jenis usaha maka kita akan semakin ber”pengalaman” dalam berbagai usaha itu.
Perlu diketahui 5 tahun terakhir aku jadi Manager Proyek di sebuah perusahaan. Sehingga sudah mengetahui cara menyusun sebuah Perencanaan atau menyusun sebuah Proposal. Dengan dipadukan dengan ilmu2 yang telah disebutkandiatas yaitu yang telah dipelajari selama dua tahun terakhir maka mulai menyusun beberapa perencanaan pembukaan usaha mandiri. Ya…saat ini mulai membuat semacam beberapa “Initiation Report”. Dan semua perencanaan harus matang dulu…Semoga Allah SWT mengabulkan segala keinginan dan usaha kami…. Amin Ya Robal Alamiinn.

Kamis, 12 November 2009

Iklas...Ikhlas...

Ikhlas....adalah dasar atau pondasi dari pikiran dan sikap manusia yang harus ditanam, serta senantiasa dipelihara keberadaannya dalam diri....
Ikhlas...adalah merelakan segala hal....
Ikhlas...adalah meniadakan penyesalan....
Ikhlas...itu tampa pamrih...
Ikhlas...itu berusaha dengan segala kemampuan/totalitas..
Ikhlas...itu tidak menghalalkan segara cara..
Ikhlas...itu bisa menerima apapun yang didapat...
Percayalah!!!, dengan memelihara sifat ikhlas andapun akan memperoleh kehidupan yang tenang, lancar dan memperoleh sebagian besar yang menjadi harapan anda.

Senin, 27 April 2009

NPWP dan PPH ( Pajak Penghasilan )

Tahun 2008 bulan Oktober atas kesadaran sendiri saya mengurus NPWP di kota tempat tinggal. Sampai di kantor pajak agak kaget ketika melihat ruangan kantor pajak sekarang

sudah modern seperti layaknya Bank. Fasilitas ruangan sangat memadai ada kursi untuk ngantri, meja petugas bahkan sudah sistem ambil nomor tuk ngantri...

Pada hari itu meja pada kosong cuma ada 2 petugas, yg satu lagi ngobrol ma tamu yang lain

lagi main game di komputer. Setelah lama inisiatip tamunya bilang " Bapak itu dulu, mau apa

pak?" katanya pada saya..." mau urus NPWP", kataku. Akhirnya dengan ogah2 saya dilayani

ngurus NPWP idaman yg katanya besok lagi datang ambil hasilnya...dan besoknya memang udah dapt diambil tapi ada salah ketik nama yg setelah diprotes akhirnya dirubah...kesan berhubung segala pelayanan urus NPWP itu gratis maka para petugas itu jauh dari semangat

melayani dan gak ada sikap ramahnya apalagi setelah tahu ini pajak perorangan ( apa ada perbedaan antara perorangan dan badan hukum untuk petugas pajak?). Yang jelas selama ini sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta sudah menjalani pemotongan gaji langsung tiap bulan....jadi bener apa yang ditulis Robert Kiyosaki bahwa kalau kita jadi pekerja itu sebelum kita menikmati gaji ternyata pemerintah duluan yang memakainya dalam bentuk pajak....
Akhirnya baru keesokan harinya kartu NPWP saya bisa diterima..
Keuntungannya kalau bepergian ke luar negeri jadi bebas fiskal...kerugiannya semua transaksi jadi termonitor he he he...jual rumah ajah lupa gak memperhitungkan pajak yang akan dibayar...eh pas transaksi dan dicek ke kantor pajak ada data bahwa dengan gaji yang saya terima itu saya udah masuk orang yang kena pajak...akhirnya yah.... harus bayar yang sebelumnya gak disangka...
Dan pada awal tahun 2009 ada SPT yang harus diisi....yang lainnya gak ada kelainan cuma cara perhitungan pajak jadi tahu...besar juga yaahhh...jadi kalau penghasilan sampai limit tertentu bisa kena pajak mpe 35%??....wahh lumayan yah...bisa pesimis neh ...gimana kalau jadi orang
kaya yahhh tiap bayar pajak ada rasa mual kali?...he he he. Dan satu lagi waktu pengisian SPT
saya baru tahu bahwa status tanggungan saya selama ini (12 tahun) TK2 harusnya K3... wahh
salah orang personalia perusahaan kali...tapi efeknya pembayaran pajak penghasilan saya jadi lebih besar dan baru bisa diperbaiki tahun 2010 katanya...coba bayangkan dengan akumulasi
waktu 12 tahun berapa kerugianku...nasib he he he..yah cuma bisa sabar dan ikhlas saja...
Akhirnya saya menyambut gembira cara pemerintah sekarang mengumpulkan pajak...cuman
diharapkan ada kemajuan didalam infrastruktur negara kita...juga diharap perbaikan dalam hal
birokarasi....ini terasa dalam pengurusan surat-surat dan perizinan masih banyak menemui kesulitan dari para petugas....betul...masih banyak oknum petugas dan pegawai di pemerintahan.


Kamis, 23 April 2009

Kumis

Pagi-pagi sebelum kerja dan sesudah olah raga ada waktu untuk menulis...mengetik gituuu...Ya ada pengalaman yang bakal susah saya lupakan tentang kumis..Karena tadi abis mandi selagingaca mikir ide apa hari ini untuk mengisi blog saya...dan disana kulihat kumis maka itu kuputuskan jadi ide dasar tulisanku hari ini...
Saya ini bisa dibilang cukur kumis phobia he he ..sampai minggu kemaren bru 3X mencukur kumis itupun secara terpaksa. Pertama ketika kelas 3 SMP itu untuk menebalkan kata orang jadi ikut saran orang. Kedua ketika ikut ospek mahasiswa baru itu sudah dikasih tahu tapi bandel sampai kampus kena razia dan dikasih silet...dengan perasaan gundah akhirnya kucukur juga..sampai sekarang gak ngerti apa hubungannya kumis dengan ospek waktu itu...Ketiga ketika pertama kali kerja masuk hutan (sebagai surveyor topography) motivasinya untuk menebalkan..selagi di hutan gak ada cewek gitu pikirku. Truuusss bertahun tahun gak pernah lagi dicukur cuma dipotong pake gunting...gak terasa dah belasan tahun meski di China 95% orang 2 gak menyukai kumis kata mereka terkesan kotor..trus ada aturan adat kebiasaan yang gak tertulis bahwa orang China kalau bapaknya belum meninggal itu gak boleh memelihara kumis...aturan ini entah berlaku seluruh adat daerah China apa tidak itu saya kurang jelas. Dan jadilah cuma saya yang berkumis se kecamatan ... yang dibawah 50 tahun he he he ....
Sampai akhirnya kira-kira sebulan yang lalu saya pergi ke tukang cukur bukan langganan
pas dia bersih jenggot selesai nanya sambil pegang gunting (bukan silet loh) " pak kumisnya mau dipotong?". " ya", kataku(dalam hati mo dirapiin)...Eeeeh ternyata tuh gunting dengan cepat (dah sangat terlatih kali) memotong habis semua kumis...jadi maksud dia potong dulu biar gampang ngeroknya....bablas (kata orang Jawa) sudah...hilang deh...setelah selesai sambil mandang bayangan dikaca bilang ma tukang cukur ini kumis da belasan tahun gak pernah di hilangin cuma kamu yang berani ngilangin...dan tukang cukur itu minta maaf dan menyesal katanya...he he he..gapapa kata saya...sampai di kantor dan di tempat tinggal setiap orang pada ketawa mungkin jadi asing memandang wajahku ...tapi komentar mereka jadi tambah muda sepuluh tahunan he he he...
Kembali ke diriku setelah peristiwa pencukuran kumis timbul rasa percaya diri yang luar biasa yang efeknya sangat terasa pada segala aspek kehidupanku. Jadi inget pada pada Peraturan 18/40/60 Dr. Daniel Amen yang saya baca di buku The Succes Principles karya Jack Canfield : Ketika berumur 18, kau mencemaskan pendapat semua orang tentang dirimu; ketika berumur 40, kau tak perduli apa pendapat orang lain tentang dirimu; ketika berumur 60, kau sadar tak ada orang yang pernah memikirkanmu. Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa hilangkan perasaan bahwa orang lain banyak yang memperhatikanmu ....apalagi sampai GR bahkan sampai mengganggu segala kegiatan, usaha dsb. Yakinlah pada dirimu, penampilanmu, kemampuanmu dan melangkahlah pada moment yang didapat.... Jangan nunggu sampai besok apa-apa yang bisa dikerjakan hari ini...

Rabu, 22 April 2009

Post Pertama (pengalaman ngeblog pertama kali)

Setelah beberapa kali membaca blog punya orang lain timbul hasrat untuk mempunyai sendiri. Hasrat yang mengalahkan keraguan mengingat sampai kini belum pernah secara langsung membuat sebuah karya tulis atau artikel. Hasrat yang makin hari makin mendorong keberanian memulai. Bekal ilmu menulis yang dikatakan nol koma sekian(gak berani mengatakan nol karena pernah waktu di sekolah belasan tahun lalu belajar mengarang).
Dengan modal cuma tahu menggunakan komputer, bisa internet, beberapa kali baca blog punya orang, akhirnya hari ini saya membuat akun (account) dan membuat post pertama saya.Sempat
terpikir untuk membuat dulu artikel di software lain tapi akhirnya kuputuskan untuk menulis langsung ke dalam postingan. Ini yang PERTAMA dan ini harus apa adanya... biar isinya dangkal dan tak ada bobot, bebet dan bubut yang penting hari ini telah kumulai apa yang menjadi keinginan selama ini...
Seperti judul blog ini ... maka dapat saya beritahukan pepatah orang-orang tua China yg begini bunyinya " Setiap perjalanan sejauh ribuan li ( 1 li = berapa km itu saya lupa)pasti dimulai dengan satu langkah" yg bisa diartikan kita jangan ragu dan takut untuk MEMULAI... apapun yang ingin kita kerjakan, kerjakanlah sekarang walaupun sekecil apapun langkah pertama kita.
Dan untuk selanjutnya saya meskipun sebagai seorang muslim akan berusaha membuat artikel atau postingan yang bersifat universal. Yah akan berusaha semoga bisa terlepas dari segala khilap dan salah tulis yg jadi menyinggung perasaan pembaca blog saya.
Akhirnya blog ini saya mulai dengan postingan ini (bener gak ya namanya postingan?) dan apabila ada yg mau sumbang saran atau kritik dipersilahkan dan diterima dengan senang hati.